Polycrol Forte Efektif Atasi Gastritis

Polycrol Forte Efektif Atasi Gastritis

polycrol forte

Gastritis adalah sebuah kondisi peradangan pada lapisan pelindung lambung. Gastritis akut melibatkan peradangan parah dan terjadi tiba-tiba. Sementara gastritis kronis melibatkan peradangan jangka panjang yang dapat terjadi selama bertahun-tahun apabila dibiarkan dan tidak diobati Polycrol Forte. Gastritis erosive merupakan kondisi yang lebih jarang dijumpai. Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan banyak peradangan, namun tetap dapat menyebabkan pendarahan dan ulkus di lapisan lambung. 

Polycrol Forte adalah salah obat yang efektif mengatasi gangguan pencernaan seperti gastritis. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apa penyakit ini dan hal apa saja yang menyebabkannya? Kelemahan pada lapisan lambung membuat cairan pencernaan dapat merusak dan membuat lambung meradang, menyebabkan gastritis. Memiliki lapisan lambung yang tipis atau rusak juga meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kondisi ini. 

Selain itu, infeksi bakteri juga dapat memicu terjadinya gastritis. Infeksi bakteri yang paling umum dijumpai disebabkan oleh Helicobacter pylori. Ini adalah sebuah bakteri yang menginfeksi lapisan usus. Infeksi ini biasanya ditularkan dari satu orang ke orang lain, namun juga dapat ditularkan lewat air dan makanan yang terkontaminasi.

Kondisi dan aktivitas tertentu dapat meningkatkan risiko Anda dalam mengembangkan gastritis. Faktor risiko lainnya adalah konsumsi alkohol ekstrim, penggunan obat anti-peradangan non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin yang rutin, penggunaan cocaine, usia (karina lapisan lambung akan semakin menipis seiring dengan bertambahnya usia), dan penggunaan tembakau. 

Faktor risiko lain yang lebih jarang dijumpai di antaranya adalah stres yang disebabkan karena cidera atau penyakit, gangguan autoimun, gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn, dan infeksi virus. 

Apa saja gejalanya?

Gastritis tidak selalu menunjukkan gejala yang terlihat pada beberapa orang. Gejala yang paling sering dijumpai di antaranya adalah mual, muntah, perasaan penuh di perut bagian atas terutama setelah makan, dan gangguan pencernaan. Jika Anda memiliki gastritis erosive, Anda dapat menderita gejala yang berbeda, seperti kotoran yang berwarna hitam dan muntah darah atau zat yang tampak seperti bubuk kopi. 

Untuk melakukan diagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, bertanya seputar gejala yang diderita, serta riwayat keluarga yang dimiliki. Mereka juga dapat merekomendasikan tes darah, pernapasan, dan kotoran untuk memeriksa keberadaan H. pylori. 

Untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam tubuh Anda, dokter dapat melakukan endoscopy untuk memeriksa adanya peradangan. Endoscopy melibatkan penggunaan tabung tipis dengan lensa kamera di ujungnya. Pada saat prosedur ini berlangsung, dokter secara perlahan akan memasukkan tabung tersebut agar dokter dapat melihat lewat kerongkongan dan lambung.

Dokter dapat mengambil sedikit sampel, atau biopsy, lapisan lambung jika mereka menemukan adanya hal-hal yang tidak normal pada saat pemeriksaan dilakukan. Dokter juga dapat melakukan pemindaian sinar-X pada saluran pencernaan setelah Anda menelan larutan barium, yang mana akan membantu membedakan daerah yang sedang diperiksa. 

Perawatan gastritis akan tergantung pada apa yang menyebabkannya. Obat seperti Polycrol Forte adalah salah satu jenis obat yang sering digunakan untuk merawat berbagai macam gangguan pencernaan, salah satunya adalah gastritis.

Jika Anda memiliki gastritis yang disebabkan oleh NSAID atau obat lainnya, menghindari obat-obatan tersebut dapat meredakan gejala yang ditimbulkan. Sementara itu, gastritis yang disebabkan oleh H. pylori dapat diobati menggunakan antibiotik secara rutin untuk membunuh bakteri di dalam tubuh. Guna memastikan Anda mendapatkan jenis perawatan yang tepat, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Leave a Reply