Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Imunisasi Tifoid

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Imunisasi Tifoid

vaksin tifoid

Ada banyak jenis imunisasi yang bisa diberikan pada anak sejak kecil. Gunanya untuk mencegah anak Anda terkena berbagai macam penyakit berbahaya di masa depan. Salah satu jenis yang cukup umum diberikan adalah imunisasi tifoid.

Imunisasi ini diberikan secara khusus sebagai upaya pencegahan dari demam tifoid. Demam tifoid ini merupakan penyakit serius yang terjadi akibat infeksi bakteri dan bisa mengancam jiwa.

Kapan perlu imunisasi tifoid?

Apabila Anda menunggu sampai anak mengalami gejala tifoid, maka sudah terlambat untuk melakukan imunisasi. Pada dasarnya, imunisasi berfungsi sebagai upaya pencegahan. Jadi, jangan tunggu sampai anak menderita penyakit tersebut barulah melakukan imunisasi.

Pemberian imunisasi disesuaikan dengan jenis imunisasi yang ingin didapatkan. Ada dua jenis imunisasi tersebut, yaitu:

  • Typhim Vi

Jenis imunisasi ini diberikan pada anak yang sudah melewati usia dua tahun. Dosisnya diberikan melalui suntikan, menggunakan jarum suntik sekali pakai.

Setelah pemberian satu dosis, Anda bisa membawa anak untuk melakukan imunisasi kembali setiap dua tahun sekali. Inilah waktu terbaik untuk mendapatkan imunisasi tifoid jenis Typhim Vi. 

  • Vivotif

Berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis vaksin yang satu ini tidak menggunakan injeksi. Pemberiannya dilakukan melalui empat dosis kapsul yang dikonsumsi dalam jarak dua hari.

Imunisasi jenis ini hanya boleh diberikan pada anak yang sudah berusia 6 tahun ke atas. Setelah lima tahun, imunisasi vivotif bisa kembali dilakukan. 

Dalam menentukan waktu terbaik untuk imunisasi, pertimbangkan usia anak Anda serta jenis imunisasi yang dilakukan. Akan lebih baik lagi kalau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dalam menentukan jenis imunisasi tersebut. 

Adakah efek samping setelah imunisasi?

Setelah mendapatkan vaksinasi, ada kemungkinan anak Anda akan merasakan efek samping tertentu. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Efek samping yang ditimbulkan umumnya berupa diare, mual, sakit kepala, sakit perut, dan demam. Pada area kulit yang mendapatkan injeksi, kemungkinan juga akan muncul ruam kemerahan dan membengkak.

Semua efek samping ini bisa membaik dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Kecuali, tak kunjung hilang, barulah Anda perlu berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Faktor risiko demam tifoid

Imunisasi tifoid tidak hanya diberikan pada anak-anak saja. Imunisasi ini juga dianjurkan pada orang-orang yang masuk ke dalam golongan faktor risiko demam tifoid. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Orang yang tinggal bersama atau melakukan kontak dengan penderita demam tifoid
  • Orang yang melakukan perjalanan ke daerah dengan tingkat risiko demam tifoid tinggi
  • Pekerja laboratorium yang melakukan penelitian terhadap bakteri penyebab demam tifoid

Golongan faktor risiko di atas juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi tifoid. Apalagi bagi orang-orang yang melakukan perjalanan ke negara dengan kasus tifoid cukup tinggi.

Beberapa negara mengharuskan adanya  bukti imunisasi sebagai syarat melakukan perjalanan. Biasanya ini dilakukan pada negara-negara di Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Apabila anak Anda menderita demam tifoid, kemungkinan besar dokter juga akan mengharuskan Anda untuk melakukan imunisasi. Ini dianggap penting sebagai upaya pencegahan.

Ketika anak sudah melewati usia dua atau enam tahun, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk memberikan imunisasi pada anak. Konsultasikan dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat bagi anak untuk mendapatkan imunisasi tifoid. 

Leave a Reply